Jumat, 12 Juli 2013

AKU MENGENALMU SEBATAS TEMAN



Waktu berjalan bagitu cepat. Hingga dalam waktu 5 tahun rasanya sangat sulit untuk melupakan semua masa laluku. Apalagi sosok seseorang yang pernah hadir dalam hidupku.
Pada suatu hari, aku bertemu dengan dia di suatu tempat yang mana pertemuan ini tanpa aku duga sebelumnya.
" Sepertinya aku pernah melihat laki - laki itu????!!!!!" (sambil terkejut). Itu kan Revan".  
" Revan..... Revan..........," aku berteriak memanggil dia dari jarak jauh.
Lalu aku mengejar dan mengikuti dia di tengah keramaian orang - orang lalu lalang.
"  Revan..... Revan.....," aku terus berteriak memanggil dia.
Akhirnya ia berhenti. " Siapa yang memanggilku?" tanya dia dalam hati.
" Revan..... Ini aku Dilla. Kamu masih ingat aku?" tanyaku sambil mendekati dia.
" Semoga saja kau masih ingat aku," kataku.
Dengan sedikit berfikir, dia mencoba untuk mengingat sedikit masa lalunya tentang aku.
" Oow.... iya aku ingat," kata dia sambil terkejut.
" Syukurlah kamu masih ingat aku," kataku.
Di tempat yang teduh, kami mengobrol dan sedikit mengulas tentang pengalaman masa lalu.
" Aku minta maaf jika selama ini aku membuatmu kecewa. Aku ingin jika kita hanya sebatas teman saja. Semoga disana ada seseorang yang lebih baik dari aku, yang menanti kehadiranmu."
" Aku sudah berusaha untuk melupakan semua masa lalu itu. Bagiku 5 tahun itu sangat sulit untuk melupakanmu. Aku bisa melepasmu, tapi aku masih belum bisa untuk melupakanmu.Tapi jika memang itu keputusanmu, aku sanggup menerima dengan tulus keputusan ini," kataku sambil meneteskan air mata.
" Terima kasih kamu sudah menghargai keputusanku. Bagiku kamulah satu - satunya orang yang terbaik dalam hidupku," katanya sambil merendah hati.
" Oya aku punya kabar untukmu. Mungkin bulan depan aku akan menikah. Menikah dengan seorang gadis yang baru 1 tahun aku kenal. Dia adalah gadis panti asuhan yang dibesarkan oleh keluarga kaya. Suatu saat aku akan memperkenalkanmu dengannya."
" Semoga saja gadis baik itu benar - benar jodoh untukmu," kataku bahagia.
Beberapa jam kemudian kami meninggalkan tempat untuk berpisah.
Semoga pertemuan yang singkat ini menjadi sesuatu yang berharga dalam hidupku. Aku senang akhirnya dia bisa bahagia atas pilihannya. Sekarang aku baru bisa menyadari kalau ternyata seseorang yang hadir dalam hidupku belum tentu dia menjadi jodoh untukku. Mungkin Tuhan mempertemukan kami hanyalah sebatas teman dan tidak lebih dari itu.